PESONA ALAM KEREN KABUPATEN PATI

Kedung perahu memberikan panorama keindahan yang menawan. Dari airnya
yang begitu jernih, hingga bentuk batu yang mirip sekali dengan bagian
perahu yang membatu. Bentuknya yang unik membuatnya menjadi tempat
berfoto dan eksis di depan kamera. Berbagai bebatuan besar bisa kita
temui disini, bebatuan alam yang masih asli. Lalu ada pula aliran air
disela-sela bebatuan yang seperti membentuk air terjun kecil yang cukup
indah.
Di atasnya lagi ada sebuah peninggalan sejarah berupa tiang beton penyangga rel kereta api bekas pembangunan belanda. Airnya yang jernih, bisa membuat setiap wisatawan yang datang untuk menceburkan diri ke dalamnya. Namun bagi yang tidak bisa berenang, maka harus hati-hati, Karena ada sebagian lokasi yang cukup dalam dengan kedalaman kira-kira 2 m. Di tambah lagi berbagai pemandangan dari atas bukit, hingga kita bisa melihat panorama pedesaan di kabupaten Pati dari Atas bukit-bukit pegunungan kendeng. Tentu hal itu semua bisa membuat kita menikmati keindahan alam di kedung Perahu ini. Namun harus hati-hati memilih hari ketika ingin berkunjung, usahakan memilih hari yang bercuaca terang. Agar ketika disana airnya masih jernih dan tidak berbahaya. Hal itu karena ketika musim hujan, maka airnya tidak sejernih biasanya. Ditambah pula aliran air di sungai-sungai bagian hulu bisa saja datang dengan cepat jika saat musim hujan. Maka kita harus pandai-pandai memilih hari untuk datang.
Di atasnya lagi ada sebuah peninggalan sejarah berupa tiang beton penyangga rel kereta api bekas pembangunan belanda. Airnya yang jernih, bisa membuat setiap wisatawan yang datang untuk menceburkan diri ke dalamnya. Namun bagi yang tidak bisa berenang, maka harus hati-hati, Karena ada sebagian lokasi yang cukup dalam dengan kedalaman kira-kira 2 m. Di tambah lagi berbagai pemandangan dari atas bukit, hingga kita bisa melihat panorama pedesaan di kabupaten Pati dari Atas bukit-bukit pegunungan kendeng. Tentu hal itu semua bisa membuat kita menikmati keindahan alam di kedung Perahu ini. Namun harus hati-hati memilih hari ketika ingin berkunjung, usahakan memilih hari yang bercuaca terang. Agar ketika disana airnya masih jernih dan tidak berbahaya. Hal itu karena ketika musim hujan, maka airnya tidak sejernih biasanya. Ditambah pula aliran air di sungai-sungai bagian hulu bisa saja datang dengan cepat jika saat musim hujan. Maka kita harus pandai-pandai memilih hari untuk datang.
Letak Kedung Perahu
Kedung Perahu ini terletak tepatnya di dukuh Slening desa Larangan. Sebuah pedukuhan di
pegunungan kendeng di kecamatan Tambakromo. Sebuah dukuh yang jaraknya sekitar kurang lebih 6 Km ke arah selatan dari Desa Tambakromo. Kecamatan Tambakromo sendiri adalah sebuah kecamatan yang berada di bagian selatan kabupaten Pati. Jaraknya sekitar 15 Km dari kota Pati.
pegunungan kendeng di kecamatan Tambakromo. Sebuah dukuh yang jaraknya sekitar kurang lebih 6 Km ke arah selatan dari Desa Tambakromo. Kecamatan Tambakromo sendiri adalah sebuah kecamatan yang berada di bagian selatan kabupaten Pati. Jaraknya sekitar 15 Km dari kota Pati.
Akses Jalan Menuju Kedung Perahu
Kedung Perahu ini bisa di akses dengan cukup mudah. Jika dari arah kota
Pati maka cukup menuju ke Kecamatan Tambakromo yang berjarak sekitar 15
Km dengan waktu tempuh sekitar setengah jam perjalanan jika berkendara
dengan santai. Selanjutnya jika sudah sampai Kecamatan Tambakromo, anda
bisa memilih dua jalur untuk sampai ke Kedung Perahu Dukuh Slening. Ada
jalur dari desa Larangan dan Jalur Dukuh Ngerang. Namun disini AJP
menyarankan untuk melewati jalur dari Dukuh Ngerang jika anda berasal
dari luar kecama
an Tambakromo. Karena akses jalan yang lebih lurus dan mudah dipahami.
Jalur Pertama, yaitu anda lewat dukuh Ngerang. Dengan lewat jalur ini
bisa dikatakan anda menempuh jalur lurus saja hingga dekat lokasi Kedung
Perahu. Rutenya, ketika sampai dukuh Ngerang masuklah melewati Gapura
Makam Nyai Ageng Ngerang. Ikutilah Jalan ke arah Makam Nyai Ageng
Ngerang, anda akan melewati sebuah masjid Besar di ujung desa. Ke arah
selatan lagi dengan jalanan yang sudah beraspal besar, sampailah ke
sebuah pertigaan di bawah pohon mindek/trembesi/meh yang besar. Disitu
anda harus lurus ke selatan, jika anda berbelok ke kiri maka anda akan
sampai ke makam Nyai Ageng Ngerang yang terkenal itu. Dari pertigaan itu
tetaplah lurus terus sampai melewati sebuah sungai, tenang saja jalan
tetap beraspal walau di tengah-tengah persawahan. Anda bisa melihat
pemandangan persawahan sebelum sampai ke lokasi. Setelah sampai ke
sebuah sungai, akan ada jalan yang tidak beraspal sekitar 500 m. Namun
setelah itu akan kembali menemukan jalan beraspal. Hingga sampailah anda
ke sebuah pedukuhan kecil yaitu dukuh Simpar. Jika sudah sampai sini,
anda sudah dekat sekali dengan pegunungan kendeng. Anda tinggal
mengikuti jalan beton ke arah pegunungan. Jalan pegunungan itu akan
cukup berkelok-kelok, namun ikuti saja karena tidak begitu ekstrim untuk
dilewati. Namun harus tetap hati-hati, jika musim hujan tentu agak
licin. Tidak lama kemudian, di antara pepohonan jati anda akan melihat
spanduk selamat datang di kanan jalan bertuliskan Kedung Perahu. Anda
sudah memasuki kawasan tempat wisatanya. Mulai dari titik spanduk itu,
maka jalan yang dilewati tidak lagi jalan beraspal dan beton. Anda akan
melewati jalan tanah berbatu sekitar 1 Km. Catatan, jika pada musim
hujan maka jalan itu akan becek dan sulit dilewati, lebih baik motor
diparkirkan saja di atas jika ada tukang Parkir. Namun jika pada kondisi
kering dan tidak hujan, anda bisa membawa motor hingga mendekati lokasi
kedung Perahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar